Info Komunitas
Minggu, 03 Mei 2026
  • Selamat Datang di Portal Komunitas Penggiat Epidemiologi Indonesia
2 September 2025

Di Balik Layar Yang Cerah: Realitas Kelam Cyberbullying dan Krisis Psikologis Terhadap Remaja di Indonesia

Selasa, 2 September 2025 Kategori : Artikel

Di Balik Layar Yang Cerah: Realitas Kelam Cyberbullying dan Krisis Psikologis Terhadap Remaja di Indonesia

Penulis:
Zahratul Ulya
Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat, FKM UINSU, Tahun 2023
zilazila922@gmail.com

Pendahuluan

Di era digital, jutaan remaja di Indonesia menghabiskan waktu berjam jam hanya menatap layar gadget. Seperti TikTok, Instagram, WhatsApp dan platform digital lainnya menjadi “rumah kedua” bagi mereka. Namun, tahukah kamu bahwa di balik kecerahan layar yang memikat, tersimpan sisi negatif mampu mengancam kesehatan mental pada remaja yakni “Cyberbullying”. Fenomena ini menjadi epidemi tersembunyi yang membahayakan kesehatan mental bagi kalangan remaja di Indonesia.

Sumber Foto: Halodoc.id

Siapa yang tidak tahu dengan “Cyberbullying”?

Cyberbullying (perundungan dunia maya) adalah jenis kekerasan yang dilakukan melalui internet. Tidak seperti bullying yang hanya terjadi di sekolah, cyberbullying bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.  Karena serangan bisa terjadi melalui notifikasi telepon setiap saat, sehingga korban tidak dapat melarikan diri atau bersembunyi.

Berdasarkan survei APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) tahun 2022, tercatat adanya 49% pengguna internet pernah mengalami cyberbullying. Yang paling mengkhawatirkan yaitu 62-82% pelaku adalah siswa sekolah menengah. Hal ini menjadi isu yang signifikan di Indonesia bagi kalangan remaja.

Bentuk bentuk Cyberbullying yang Harus Diwaspadai

Ada berbagai macam bentuk bentuk aktivitas cyberbullying.  Yang paling umum adalah pengucilan dari grup online, penyebaran foto atau video pribadi tanpa izin. Selain itu, beberapa pelaku lainnya melakukan body shaming yaitu mengejek penampilan fisik korban di media sosial dan masih banyak lain.

Sumber Foto: databoks.id

Berdasarkan laporan We Are Social, jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia sebanyak 143 juta orang pada Januari 2025. Namun, WhatsApp menjadi media sosial yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia untuk melakukan tindakan cyberbullying dengan persentase 90%. Setelah itu, Instagram dengan persentase 84,8% dan Facebook dengan persentase 81,38. Pelaku biasanya menyerang kekurangan korban, seperti penampilan, latar belakang keluarga, atau prestasi akademik. Serangan ini terjadi berulang kali hingga korban merasa terpojok.

Dampak Mengerikan pada Kesehatan Mental

Cyberbullying tidak memperhitungkan dampaknya. Gambaran korban tentang efek yang disebabkan oleh cyberbullying seperti meningkatnya risiko depresi, penurunan kepercayaan diri, bahkan tingkat resiko bunuh diri. Korban cyberbullying menunjukkan perubahan yang jelas dalam perilaku mereka. Mereka menjadi diam, malas sekolah, mendapatkan nilai yang buruk, sulit tidur, tidak mau makan, bahkan menyakiti diri sendiri. Menurut studi epidemiologi terbaru, bahwasanya remaja yang mengalami cyberbullying memiliki risiko 3 kali lebih tinggi untuk memiliki pikiran bunuh diri. Hal ini bukan sekadar data statistik belaka, ini menyangkut korban  kalangan remaja yang terancam.

Faktor Penyebab Makin Parahnya Masalah

Remaja akan lebih rentan terhadap cyberbullying jika mereka terlibat dalam perilaku online yang berisiko, seperti berbicara dengan orang yang tidak dikenal atau berbagi informasi pribadi. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan remaja menjadi korban cyberbullying yaitu 1). kurangnya pengawasan orang tua, 2). rendahnya literasi digital di kalangan remaja, 3). lemahnya dukungan dari sekolah maupun teman sebaya, 4). pengalaman sebelumnya dengan kekerasan, 5). diskriminasi budaya dan latar belakang keluarga, serta 6). konflik interpersonal.

Solusi yang Bisa Dilakukan

Semua pihak harus bekerja sama untuk memerangi cyberbullying. Orang tua harus aktif mengawasi dan mendampingi anak mereka saat menggunakan internet. Pemerintah harus menetapkan aturan tegas untuk melindungi para anak muda dari cyberbullying serta sekolah harus membuat program anti-bullying yang mencakup dunia digital.Yang tidak kalah penting adalah mengajarkan kalangan anak muda beretika dalam bermedia sosial. Untuk itu, mereka harus belajar bagaimana berperilaku dengan baik di internet dan melaporkan jika mereka dibully di internet.

Penutup

Jadi, mari kita bekerja sama untuk melindungi generasi muda kita. Orang tua, guru, dan masyarakat harus bekerja sama untuk membuat lingkungan digital yang aman. Harus diingat, bahwa kesehatan mental pada anak muda sangat penting untuk masa depan negara. Jangan biarkan layar gadget menyebabkan penderitaan bagi anak-anak kita. Saatnya bertindak sebelum terlambat. Karena di balik setiap korban cyberbullying, ada masa depan yang terancam hancur.

Ditinjau oleh: Andika, S.KM., M.Epid

Daftar Pustaka

Frensh, W., Ablisar, M., & Mulyadi, M. (2022). Criminal policy on cyberbullying of children in Indonesia. International Journal of Cyber Criminology, 15(2).

Mussa, R. A., & Situmorang, L. (2024). Media Sosial (Instagram, Facebook, Twitter, Whatsapp) dan Pergeseran Pola Interaksi Sosial Mahasiswa/wi Program Studi Pembangunan Sosial Angkatan 2017 Universitas Mulawarman.

Ni’mah, S. A. (2023, July). Pengaruh cyberbullying pada kesehatan mental remaja. In Prosiding Seminar Sastra Budaya dan Bahasa (SEBAYA) (Vol. 3, pp. 329-338).

Widayanti, T., Rahayu, B. A., & Sutono, S. (2022). Media sosial sebagai platform cyberbullying di masa pembelajaran jarak jauh. Health Sciences and Pharmacy Journal, 6(2), 42-48.


Jangan lupa baca artikel lainnya berikut ini:

Pentingnya Integrasi Data Registrasi Kanker Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Kanker

Dari Individu ke Populasi: Transformasi Metode Surveilans dan Monitoring Penyakit Jantung Koroner melalui Pemanfaatan Photoplethysmography

Epidemiologi Penyakit GERD : Berpengaruhkah Terhadap Puasa Ramadhan?

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pengumuman

www.epidemiolog.id

Take Your Epidemiological Skills to The Next Level

NSPN : Since March, 2019
Makassar-Manado-Minut
TELEPON 087884562567
EMAIL admin@epidemiolog.id
WHATSAPP 087884562567