Info Komunitas
Senin, 25 Mei 2026
  • Selamat Datang di Portal Komunitas Penggiat Epidemiologi Indonesia
30 Oktober 2025

Zoonosis dan Masa Depan: Mengapa One Health Jadi Kunci Indonesia

Kamis, 30 Oktober 2025 Kategori : Artikel

Zoonosis dan Masa Depan: Mengapa One Health Jadi Kunci Indonesia

Penulis:
Liza Putri Aulia
Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Indonesia, Tahun 2022
zaputriaulia19@gmail.com

Pendahuluan

Dalam dua dekade terakhir, dunia berkali-kali diguncang oleh penyakit menular yang berasal dari hewan, atau yang dikenal sebagai zoonosis. Wabah SARS (2003), flu burung (H5N1), MERS, hingga COVID-19 menunjukkan betapa rentannya manusia terhadap penyakit lintas spesies. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa lebih dari 60% penyakit infeksi manusia berasal dari hewan. Indonesia, dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan populasi hewan yang besar, berada di garis depan ancaman zoonosis ini. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan One Health sebagai strategi benteng kesehatan masa depan.

Apa Itu Zoonosis dan One Health?

Zoonosis adalah penyakit yang menular dari hewan ke manusia melalui kontak langsung, makanan, air, atau lingkungan. Beberapa contoh kasus di Indonesia adalah flu burung, rabies, leptospirosis, dan anthrax.

Untuk mencegah ancaman ini, konsep One Health hadir sebagai solusinya. One Health adalah pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Dengan kata lain, kesehatan manusia tidak bisa dipisahkan dari kesehatan hewan dan lingkungan tempat kita hidup.

Gambar:https://onehealthlab.net/laboratorium-dalam-pendekatan-one-health-membangun-laboratorium-dalam-pendekatan-one-health-melangkah-maju-untuk-kesehatan-manusia-hewan-dan-lingkungan/?lang=id

Mengapa One Health Penting untuk Indonesia?

Pendekatan One Health menekankan kolaborasi antara sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan. Artinya, pengendalian penyakit tidak bisa hanya dilakukan dokter manusia, tetapi juga dokter hewan, ahli lingkungan, dan masyarakat.

Biodiversitas tinggi → Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau dengan interaksi intens antara manusia dan satwa liar.

Perubahan lingkungan → deforestasi dan urbanisasi memperbesar risiko munculnya penyakit baru.

Kepadatan penduduk → kontak erat manusia dengan hewan ternak dan peliharaan memudahkan penularan.

Potensi pandemi → pengalaman COVID-19 membuktikan bahwa penyakit zoonosis dapat melumpuhkan ekonomi, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat.

Gambar:https://en.m.wikipedia.org/wiki/One_Health?utm_source=chatgpt.com#/media/File%3AOne_Health.svg

Upaya dan Tantangan

Pemerintah Indonesia bersama WHO, FAO, dan OIE telah meluncurkan berbagai program, seperti eliminasi rabies 2030, penguatan surveilans penyakit hewan, dan peningkatan kapasitas laboratorium. Namun, tantangan tetap besar, mulai dari kurangnya koordinasi lintas sektor, keterbatasan dana, hingga rendahnya kesadaran masyarakat.

Kesimpulan

Zoonosis bukanlah ancaman masa depan semata, tetapi sudah nyata saat ini. Indonesia membutuhkan pendekatan One Health yang terintegrasi untuk melindungi masyarakat dari pandemi berikutnya. Kesehatan manusia hanya akan terjaga jika hewan dan lingkungan juga sehat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci. Menjaga manusia, hewan, dan lingkungan berarti menjaga masa depan Indonesia.

Ditinjau oleh : Andika, S.KM., M.Epid

Demikianlah artikel Zoonosis dan Masa Depan: Mengapa One Health Jadi Kunci Indonesia, jangan lupa baca artikel terkini lainnya berikut ini:

Eksposom, Planetary Health, dan Omics: Mengurai Hubungan Paparan Lingkungan dengan Penyakit Tidak Menular
Hidden Epidemic: Tantangan Mengungkap Kasus HIV Tersembunyi di Masyarakat
Evolusi Upaya Pencegahan Tuberkulosis Global: Dari BCG hingga Vaksin Generasi Baru

Referensi

Adnyana, I. B. W., Sutarya, I. N., & Wirata, I. N. (2024). One Health approach and zoonotic diseases in Indonesia: Urgency of implementation and challenges. Indonesian Journal of Public Health Research, 5(1), 12–20.

Karamoy, A. A., Tumbelaka, A. R., & Lengkong, F. (2023). Implementation of the One Health approach in controlling rabies in Minahasa Regency, Indonesia. Jurnal One Health Indonesia, 9(1), 33–41.

Kesetyaningsih, T. W. (2023). The challenge of One Health implementation in the eradication of zoonotic and vector-transmitted diseases. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (JKKI), 14(2), 145–148.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kemenkes RI.

World Health Organization. (2024). Zoonoses: Protecting health in a One Health approach. Geneva: WHO.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pengumuman

www.epidemiolog.id

Take Your Epidemiological Skills to The Next Level

NSPN : Since March, 2019
Makassar-Manado-Minut
TELEPON 087884562567
EMAIL admin@epidemiolog.id
WHATSAPP 087884562567