Manis tapi Mematikan: Fakta di Balik Diabetes
Penulis:
Dentriani Elisma Betti, S.KM
Alumni S1 Kesehatan Masyarakat, Peminatan Epidemiologi, Universitas Nusa Cendana 2019
bettidentriani@gmail.com
Di balik kenikmatan rasa manis yang sering menjadi bagian dari gaya hidup modern, ancaman tersembunyi kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele: Diabetes melitus . Penyakit ini sering dijuluki sebagai silent killer karena berkembang perlahan tanpa gejala yang mencolok, namun memiliki dampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya. Yang membuat diabetes mematikan bukan hanya kadar gula darah yang tinggi, melainkan komplikasi jangka panjang yang ditimbulkannya. Serangan jantung, gagal ginjal, kebutaan, hingga amputasi anggota tubuh hanyalah sebagian kecil dari konsekuensi yang dapat terjadi jika diabetes tidak dikendalikan dengan baik.

Gambar adalah properti @epidemiolog.id
Diabetes melitus telah menjelma menjadi masalah global yang mengancam kesehatan masyarakat dan pembangunan sosial-ekonomi. Di seluruh dunia, diperkirakan 537 juta orang hidup dengan diabetes pada tahun 2021, dengan proyeksi peningkatan drastis hingga 783 juta pada tahun 2045 (International Diabetes Federation, 2021). Indonesia, dengan 19,47 juta penderita diabetes pada tahun 2021 menduduki peringkat kelima negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia (International Diabetes Federation, 2021). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dan Riskesdas 2018 mengungkap tren peningkatan prevalensi diabetes yang mengkhawatirkan di Indonesia. Laporan Atlas IDF (2021) menunjukkan bahwa sekitar 28,6 juta penduduk Indonesia berusia 20-79 tahun terkena Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) dengan prevalensi 10,6%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan data Riskesdas (2018) yang menunjukkan prevalensi diabetes sekitar 2% berdasarkan diagnosis dokter dan 8,5% berdasarkan hasil pemeriksaan gula darah (Kementrian Kesehatan RI, 2025).
Diabetes adalah penyakit yang terjadi akibat insulin tidak dihasilkan atau tidak bekerja dengan baik, sehingga menyebabkan gula menumpuk di darah kita. Melihat kondisi tersebut, maka menerapkan pola hidup sehat merupakan kunci yang dapat meminimalisir seseorang terkena diabetes, baik di usia muda maupun usia lanjut. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan tetapi dapat dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi. Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin (Yankes Rskariadi, 2024).

Yuk kenali tanda dan gejalanya!
Tanda dan gejala diabetes meliputi (Dinkes Buleleng, n.d.):
Deteksi dini diabetes sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius, seperti penyakit jantung, saraf, kerusakan ginjal, dan kebutaan. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut (Wardoyo, 2025).
Menurut Kemenkes, pencegahan diabetes berfokus pada penerapan pola hidup sehat, seperti makan makanan bergizi seimbang dengan perbanyak sayuran dan buah, serta membatasi gula, garam, dan lemak; aktif bergerak minimal 30 menit sehari; menjaga berat badan ideal; tidak merokok; dan mengelola stres. Selain itu, penting untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin sebagai langkah deteksi dini (Astasari, 2022).

Gambar adalah properti @epidemiolog.id
So, jangan khawatir!
Lebih baik mencegah daripada mengobati. Mari disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala diabetes melitus seperti buang air kecil lebih dari biasanya terutama saat malam hari, kehilangan berat badan tanpa melakukan apapun, hingga luka yang tidak pernah sembuh.
Ditinjau oleh: Andika, S.KM., M.Epid
Astasari. (2022). Cegah Diabetes Melitus dengan 6 Langkah Sehat. Https://Ayosehat.Kemkes.Go.Id/. https://ayosehat.kemkes.go.id/cegah-diabetes-melitus-dengan-6-langkah-sehat
Dinkes Buleleng. (n.d.). Tanda dan Gejala Diabetes. Dinkes.Bulelengkab.Go.Id. https://dinkes.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/43-tanda-dan-gejala-diabetes
Kementrian Kesehatan RI. (2025). Review kebijakan Diabetes Melitus berbasis transformasi sistem Kesehatan dan outlook 2025. Kemekes.Go.Id. https://lms.kemkes.go.id/courses/acdcbe95-9e14-4b6b-9ffd-305e13989c8e
Wardoyo, A. (2025). 6 Gejala Awal Diabetes yang Perlu Dicermati. Https://Www.Rspremierbintaro.Com/. https://www.rspremierbintaro.com/artikel/6-gejala-awal-diabetes-yang-perlu-dicermati
Yankes Rskariadi. (2024). Kariadi Podcast Episode 35- Diabetes Melitus. Https://Kms.Kemkes.Go.Id/. https://kms.kemkes.go.id/pengetahuan/detail/66b2f0c6108c3c91f387d845#:~:text=Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai,sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin.
Kamu Jarang Mencuci Tangan? Hati-Hati Bisa Meningkatkan Risiko Cacingan Hingga Kematian
Pentingnya Integrasi Data Registrasi Kanker Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Kanker
Tinggalkan Komentar